MULTIPLEXER DAN DEMULTIPLEXER

 A. MULTIPLEXER 

    Proses yang dilakukan oleh multiplexer disebut dengan multiplexing. Dalam proses ini semua signal digital yang masuk diproses dan dipilih menjadi sebuah signal keluaran. Dilihat dari cara kerja multiplexer tersebut, lebih mudah kita memahami, bahwa multiplexer adalah jumlah sigmal masukan lebih dari satu dan signal keluaran menjadi satu signal. Saluran yang masuk pada multiplekses dapat pula berupa transmisi data Analogi multiplekser diatas dapat pula digambar dengan bentuk rangkaian digital. Bentuk rangkaian digital multiplekser dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Dimana multiplekser terdiri dari grerbang NOT, AND dan OR. 

salah satu contoh gambar rangkaian multiplexer dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.

B. FUNGSI MULTIPLEXER
    Manfaat multiplexer selain memproses beberapa signal, menjadi sa juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan data. Proses multiplexe atau Multiplexing sangat banyak ragamnya, diantaranya adalah Frequency Division Multiplexing (FDM), Time Division Multiplexing (TDML Code Division Multiplexing (CDM).
C. TABEL KEBENARAN MULTIPLEKSER
    Sebuah multiplekser dengan istilah 4X1 multiplexer, artinya terdapat 4 signal data masukan dan terdapat 1 signal data keluaran. Pada gambar dibawah ini adalah sebuah contoh blok dari dari 4X1 multplexer Dengan masukan 4 buah yaitu 10, 11, 12, 13. dan 1 keluaran yaitu Y. Kita perlu memperhatikan nila n pada 2". Jika terdapat 4 signal data berapa nilai n nya ?. Nilai n merupakan nilai untuk menentukan jumlah selektor pada bagian masukan multiplexer. Dengan demikian 4 signal masukan sama dengan 24. Dalam hal ini nilai n adalah 2. Dengan demikian pada gambar tersebut dibawah ini terdapat 4 masukan signal dan 2 selektor serta satu keluar Y. Nilai n ini yang harus bisa kita tentukan, sehingga kita bisa membuat persamaan aljabar Boolean multiplexer dengan benar.

                        gambar blok multiplexer 4x1
    Dalam menetukan tabek kebenaran 4x1 multiplexer, kita dapat menentukan jumlah kombinasi data. Dalam tabel kebenaran disini terdapat 2 selektor yaitu S0 dan S1, sehingga jumlah kombinasinya sebanyak 2n=22=4 kombinasi. Perhatikan tabel kebenaran 4x1 multiplexer berikut ini, dengan mesukan S1 dan S2, dan keluaran Y.

    Dari tabel kebenaran diatas, kita dapat menuliskan fungsi booleanya untuk output Y. Dipilih bentuk perkalian jumlah (ekspansi sukumin), maka yang bernilai 0 akan dikomplemenkan. Untuk kombinasi pertama, S0 dan S1 bernilai 0 maka begian pertama outputnya adalah I0S'  0S' 1, begitu seterusnya sehingga persamaan booleannya menjadi : 
                                                 Y=I0S0'S1'I1S0S1'+I2S0'S1+I3S0S1
    Dari persamaan diatas, selanjutnya kita gambar rangkaian gerbang logikanya. Perhatikan rangkaian berikut ini. 


D. DEMULTIPLEXSER
    Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu masukan data dan mendistribusikan masukan tersebut ke beberapa keluaran yang tersedia. Kendali pada demultiplekser akan memilih saklar mana yang akan dihubungkan. Pemilihan keluarannya dilakukan melalui masukan penyeleksi. Seleksi data-data masukan dilakukan oleh selector line, yang juga merupakan masukan dari demultiplekser tersebut. Pada demultiplekser saluran kendali sebanyak "n" saluran dapat menyeleksi 2m saluran keluaran. Secara bagan, kerja demultiplekser dapat digambarkan sebagai berikut. 


E. FUNGSI DEMULTIPLEXER
    Perangkat elektronik yang fungsi untuk memilih salah satu yang ada pada data yang diberikan pada data yang menggunakan bentuk dari suatu masukan. Demultiplexer memang banyak disebut dengan perangkat yang sedikit masukan dan banyak nya keluaran, karena yang berfungsi memilih saluran keluaran yang banyak di jalur masukan yang sedikit. Contoh yang diaplikasikan di digital (TTL) yang berada di IC yang fungsinya sebagai demultiplexer seperti IC74LS138 yang berbentuk demultiplexer 8 arah. Demultiplexer 74LS138 yang banyak


1. Demultiplexer 1 ke 2
    Demultiplexer 1-ke-2 terdiri dari satu saluran masukan, dua saluran keluaran, dan satu saluran pilih. Sinyal pada jalur pilih membantu mengalihkan masukan ke salah satu dari dua keluaran. Gambar di bawah menunjukkan diagram blok demultiplexer 1-ke-2 dengan tambahan masukan masukan.
2. Demultiplexer 1 ke 4
    Demultiplexer 1-ke-4 memiliki satu masukan (D), dua garis pemilih (S1 dan S0) dan empat keluaran (Y0 hingga Y3). Masukan data masuk ke salah satu dari empat keluaran pada waktu tertentu untuk kombinasi tertentu dari garis pemilih.Demultiplexer ini juga disebut sebagai Demultiplexer 2-ke-4, yang berarti ia memiliki dua garis pemilih dan 4 garis keluaran. Diagram blok dari DEMUX 1:4 ditunjukkan di bawah.



            Contoh Tabel Kebenaran Demultiplexer 1 ke 4


    Jenis demultiplexer ini tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu sebagai IC 74139. Ini adalah salah satu IC demultiplexer yang paling umum digunakan dan merupakan IC demultiplexer ganda 1-ke-4 yaitu, berisi dua blok demultiplexer 1-ke-4 independen dalam satu IC. Setiap DEMUX menerima dua masukan biner sebagai jalur terpilih dan empat keluaran aktif-rendah yang saling eksklusif.

    Kedua demultiplexer memiliki set baris pilih individu sehingga mereka dapat bertindak sebagai Demux yang benar-benar independen. Selain itu, setiap demultiplexer terdiri dari pin enable khusus, yang dapat bertindak sebagai masukan data untuk operasi demultiplexer. Pin Aktifkan aktif RENDAH.
3. Demultiplexer 1 ke 8
    Gambar di bawah menunjukkan diagram blok demultiplexer 1-ke-8 yang terdiri dari satu masukan D, tiga masukan pilihan S2, S1 dan SO dan delapan keluaran dari YO ke Y7.
    Disebut juga sebagai 3-to-8 demultiplexer karena memiliki tiga saluran masukan dan 8 saluran keluaran pilihan. Ini mendistribusikan satu saluran masukan ke salah satu dari 8 saluran keluaran tergantung pada kombinasi masukan tertentu.
Tabel kebenaran untuk Demultiplexer 1 ke 8 ditunjukan dibawah ini. 
Masukan 'D' dihubungkan dengan salah satu dari delapan keluaran dari YO hingga Y7 berdasarkan jalur pilihan S2, S1 dan SO.


Ada dua rangkaian terintegrasi demultiplexer 1-ke-8 yang populer Salah satunya adalah IC 74237, yang terdiri dari kait pada tiga masukan pilih. Pin keluar dari IC ini diberikan di bawah ini.
Pin A0 hingga A2 adalah input data, YO hingga Y7 adalah keluaran demultiplexer, E1&E2 masing-masing adalah pin active-low data enable dan active-high data enable, LE adalah output latch enable masukan, Vcc dan GND adalah tegangan suplai positif dan terminal ground. IC ini mengkombinasikan 3-bit storage latch dengan 3-to-8 fungsi decoder.

    Rangkaian terintegrasi demultiplexer 1-ke-8 lainnya yang umum digunakan adalah IC 74138. Prinoutnya sangat mirip kecuali tidak ada Latch Enable masukan (karena semua pin enable adalah pin enable normal - dua aktif LOW dan satu aktif HIGH) dan outputnya aktif LOW.
4. 1-to-8 Demux Using Two 1-to-4 Demultiplexers 
    Ketika aplikasi membutuhkan demultiplexer orde tinggi dengan jumlah pin keluaran yang lebih banyak, maka kami tidak dapat mengimplementasikannya dengan satu sirkuit terpadu. Jika diperlukan lebih dari 16 pin keluaran, maka dua atau lebih IC demultiplexer diturunkan untuk memenuhi persyaratan. Misalnya, jika aplikasi membutuhkan 32 baris keluaran dari DEMUX, maka kita cascade dua demultiplexer 1:16 atau tiga demultiplexer 1:8. Oleh karena itu, dengan mengalirkan dua atau lebih demultiplexer, sebuah demultiplexer besar dapat diimplementasikan.
    Pertimbangan kasus bahwa demultiplexer 1 ke 8 dapat diimplementasikan dengan menggunakan dua demultiplexer 1 ke 4 dengan cascading yang tepat.

    Pada gambar di atas, bit A signifikan tertinggi dari masukan pilihan dihubungkan ke masukan yang diaktifkan sedemikian rupa sehingga dilengkapi sebelum menghubungkan ke satu DEMUX dan yang lain terhubung langsung.
    Dengan konfigurasi ini, bila A diatur ke nol, salah satu jalur keluaran dari YO ke Y3 dipilih berdasarkan kombinasi jalur pilih B dan C. Demikian pula, bila A diatur ke satu, berdasarkan jalur pilih salah satu jalur keluaran dari Y4 ke Y7 akan dipilih.



 























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2 : SISTEM DIGITAL (Konversi Bilangan)

ALJABAR BOOLEAN